Tim Lakers biasa saja pada musim ini dan diberikan nilai C-minus oleh ESPN
- January 20, 2026
- Admin
- Basket
Musim Los Angeles Lakers sejauh ini berjalan tidak konsisten. Harapan besar yang mengiringi awal musim ternyata belum sepenuhnya terbayar, dan hal itu tercermin dari penilaian yang cukup dingin dari salah satu analis NBA ternama.
Analis NBA ESPN, membagikan rapor paruh musim untuk seluruh tim NBA pada Senin lalu. Untuk Lakers, Pelton tak ragu memberi nilai C-minus, sebuah penilaian yang jelas jauh dari kata memuaskan bagi tim sebesar Los Angeles.
Proyeksi Lakers sebenarnya sesuai dengan ekspektasi sebelum musim dimulai,” ujar Pelton. “Masalahnya, itu justru jadi kabar buruk karena pencapaian tersebut mengharuskan mereka memenangkan 13 pertandingan clutch di awal musim.
Pelton memproyeksikan Lakers akan mengakhiri musim dengan 44,7 kemenangan, turun sekitar 1,8 kemenangan dari proyeksi pramusim yang berada di angka 46,5. Ia juga mempertanyakan apakah performa positif Lakers di awal musim benar-benar bisa dipertahankan hingga akhir.
Secara statistik, Lakers punya minus-0,8 point differential, yang menempatkan mereka di peringkat kedelapan Wilayah Barat. Namun jaraknya justru lebih dekat ke peringkat ke-11, Portland, dibandingkan ke posisi ketujuh yang ditempati Golden State.
Dari sisi serangan, Lakers sebenarnya tampil cukup solid. Mereka berada di peringkat kesembilan NBA dalam offensive rating (116,7). Sayangnya, masalah besar muncul di pertahanan. Lakers kebobolan 116,7 poin per pertandingan, dengan defensive rating 117,4—terburuk ke-26 di seluruh liga.
“Dipimpin oleh musim kebangkitan Luka Dončić, Lakers mampu menembus 10 besar offensive rating meski jarang memiliki LeBron James dan Austin Reaves dalam kondisi fit secara bersamaan,” jelas Pelton. “Namun pertahanan peringkat 26 itu lebih mencerminkan tim yang sedang membangun ulang, bukan penantang gelar.”
Saat ini, Lakers mencatatkan rekor 25–16 dan berada di posisi keenam Wilayah Barat. Mereka tertinggal 9,5 game dari pemuncak klasemen, Oklahoma City Thunder. Tren performa juga kurang menggembirakan, dengan lima kekalahan dari tujuh laga terakhir, termasuk tiga kekalahan beruntun di awal bulan ini.
Lakers dijadwalkan kembali bertanding pada Selasa malam menghadapi Denver Nuggets, laga yang bisa menjadi ujian penting untuk membuktikan apakah mereka masih layak dianggap sebagai kandidat serius di Wilayah Barat—atau sekadar tim besar dengan performa biasa saja.



